INFO FKDM KUTIM – Forum Group Discussion (FGD) Kewaspadaan Dini, yang mengangkat Tema Sinergitas Badan Kesbangpol Bersama Forum, yang digagas oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Diapresiasi oleh pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK). Ketiga forum resmi binaan Kesbangpol ini, mengaku adanya FGD ini menjadi salah satu wadah guna mensinkronkan program-program kerja sesuai dengan bidangnya.
Dalam laporan Ketua FKDM Kutim, Khoirul Arifin, menyebut jika pihaknya yang memiliki peran utama dalam mencegah dan mendeteksi dini potensi ancaman yang dapat mengganggu stabilitas negara. Khususnya dalam aspek POLEKSOSBUDHANKAM (Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan dan Keamanan).
Dimana FKDM Kutim terus berupaya untuk memperkuat dan memperluas jangkauan serta kapasitas organisasi dalam menjalankan fungsi hingga di tingkat kecamatan.
“Pada bulan Oktober ini, kami berencana untuk membentuk 3 FKDM kecamatan yang belum terbentuk sebelumnya. Hal ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan bahwa semua wilayah di Kutim memiliki FKDM yang berfungsi secara optimal, sebagai wujud komitmen kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban di daerah ini,” jelas Purnawirawan POLRI itu.
Khoidul menyebut, jika pihaknya telah melakukan sinkronisasi dengan program Kesbangpol untuk melakukan cegah dan deteksi dini terhadap potensi ATHG untuk menjaga kondusifitas daerah.
“Program kami sudah sesuai arahan dan petunjuk dari Kesbangpol selaku Pembina. Adanya FGD ini harapannya 3 lembaga ini dapat bersinergi membangu Kesbangpol dalam Upaya menciptakan kondisi yang aman dan damai di wilayah Kutai Timur,” imbuhnya.
Hal senada juga diutarakan oleh Ketua FKUB Kutim dalam hal ini diwakili oleh Wakil Ketua, Mujahidul Walthoni. Yang menyebut jika pihaknya rutin menggelar sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingya kerukunan antar umat beragama.
“Dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis dan rukun, kami menjalankan program kerja secara maksimal. Mulai dari memberikan sosialisasi ke kecamatan-kecamatan terkait syarat-syarat mendirikan rumah ibadah. Hingga sosialisasi pentingnya kerukunan antar umat beragama di masyarakat,” jelas Wakil Ketua FKUD Kutim.
Selain itu, pihaknya dalam waktu dekat juga bakal melakukan pelantikan kepengurusan baru FKUB Kutai Timur. Serta mempererat hubungan dan koordinasi dengan berbagai pihak, salah satunya FKUB Provinsi Kaltim.
Sementara itu, FPK sebagai wadah untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman suku, agama, ras dan golongan di Kabupaten Kutai Timur. Telah terbentuk kepengurusan FPK di 15 kecamatan.
Bahkan pihaknya telah memiliki acuan untuk dilakukan pembentukan FPK di tingkat desa hingga RT. Hal itu dilakukan guna saling membantu dalam menciptakan wilayah Kutai Timur yang kondusif, termasuk pembinaan seni dan budaya.
“Yang awalnya tidak mengenal budaya dan seni (antar etnis), akhirnya mengenal hingga keseluruhan. Sehingga Kutim bisa menjadi rumah besar dalam membangun seni budaya Nusantara, sehingga masyaraakt Kutim damai, tentram, bahagia untuk seluruh etnis,” ujar Warindo selaku Ketua Bidang Seni dan Sosbud FPK.
Sebelumnya, Kaban Kesbangpon mengharapkan kepada ketiga lembaga dibawah naungannya, dapat menyusun program kerja tahun 2025 sesuai dengan regulasi. Serta perbanyak program yang berkaitan dengan substansi dari tupoksi masing-masing forum.
“Tidak ada lagi program yang bersifat tidak mendukung tupoksi dari masing-masing forum. Dan hati-hati dengan program yang kelihatannya tidak begitu mendukung, tapi kelihatanya mendukung. Seperti misalnya memperbesar biaya operasional, itu kan kurang bagus, harusnya yang diperbesar bidang yang ditangani,” jelas Kaban Kesbangpol Kutim, Tejo Yuwono. (FKDM/gun)












