INFOFKDMKUTIM, Kutai Timur – Intensitas curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sedikitnya lima kecamatan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terendam banjir. Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Karangan, Telen, Muara Wahau, Kongbeng, dan Bengalon. Banjir merendam pemukiman warga, lahan pertanian, jalan poros, hingga fasilitas umum di beberapa lokasi.
Dari hasil pemantauan di lapangan, ketinggian air bervariasi antara 40 hingga 80 sentimeter, dan di beberapa titik rawan mencapai lebih dari 1 meter. Kondisi ini membuat sebagian warga memilih mengungsi ke rumah keluarga, kantor desa, atau posko darurat yang telah disiapkan aparat kecamatan.
Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kutai Timur, Khoirul Arifin, mengatakan pihaknya sejak awal telah memantau potensi banjir terutama di wilayah-wilayah yang dilalui sungai besar. Menurutnya, hujan dengan durasi panjang dan debit tinggi menjadi penyebab utama meluapnya sejumlah sungai di Kutim.
“Kami terus melakukan pemantauan intensif dengan jaringan FKDM di tingkat kecamatan dan desa. Informasi dari masyarakat sangat membantu mempercepat penyampaian laporan ke pemerintah daerah,” ujar Khoirul Arifin.
Khoirul menegaskan pihaknya juga telah mengaktifkan sistem pelaporan cepat melalui koordinasi dengan BPBD, camat, kepala desa, serta TNI-Polri untuk memastikan setiap perkembangan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti. Ia juga mengingatkan masyarakat, agar mengutamakan keselamatan diri dan keluarga.
“Kami mengimbau warga untuk tidak memaksakan diri melewati jalur yang tergenang banjir dan arus yang deras, terutama pada malam hari. Banjir bisa naik tiba-tiba. Tolong perhatikan anak-anak dan lansia, serta segera mengungsi jika debit air terus meningkat,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan FKDM Kutim bersama pemerintah kecamatan terus menyiapkan jalur evakuasi serta membangun komunikasi dengan pihak perusahaan setempat apabila diperlukan tambahan perahu mesin, logistik, atau tenaga bantuan.
“Situasi ini membutuhkan kerja sama semua pihak. FKDM siap membantu pemerintah dan masyarakat untuk memastikan proses mitigasi berjalan lancar,” ungkapnya.
Ia mengimbau warga agar segera melaporkan wilayah yang mengalami peningkatan debit air, penanganan banjir bisa dilakukan lebih cepat.
“Kami berharap kondisi ini segera membaik, namun masyarakat tetap harus waspada karena potensi hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan,” tutupnya. (fkdm/tal/rc)












