SANGATTA – Aksi penipuan dengan modus mencatut nama pejabat publik kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kali ini, nama Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kutim, Khoirul Arifin, digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menyasar sejumlah Kepala Desa (Kades).
Pelaku melancarkan aksinya dengan menghubungi para Kades melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp, mengaku sebagai Khoirul Arifin, dan mencoba membangun komunikasi yang diduga kuat berujung pada permintaan sejumlah uang atau fasilitas.
Menanggapi hal tersebut, Khoirul Arifin yang juga dikenal sebagai seorang advokat ini langsung memberikan klarifikasi tegas. Ia memastikan bahwa pesan-pesan yang beredar tersebut bukan berasal dari dirinya.
“Saya tegaskan bahwa itu bukan nomor saya. Ada oknum yang sengaja mencatut nama saya untuk menghubungi beberapa rekan Kepala Desa di Kutim. Itu murni modus penipuan,” ujar Khoirul saat dikonfirmasi, Selasa (13/1/2026).
Khoirul mengaku mengetahui kejadian ini setelah mendapat laporan konfirmasi dari beberapa Kades yang merasa curiga dengan pesan yang mereka terima. Menurutnya, modus pencatutan nama seperti ini sangat merugikan dan berpotensi mencoreng nama baiknya maupun institusi FKDM.
Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh Kepala Desa, pejabat publik, maupun masyarakat luas di Kutai Timur untuk tidak menanggapi pesan apa pun yang mengatasnamakan dirinya jika berasal dari nomor yang tidak dikenal, apalagi jika disertai permintaan materi.
“Saya minta rekan-rekan Kades dan masyarakat untuk waspada. Jika ada yang menghubungi pakai nama saya lewat nomor asing, tolong diabaikan atau blokir saja. Jangan sampai ada yang menjadi korban,” tegasnya.
Khoirul juga mengingatkan agar setiap pihak selalu melakukan cross-check atau konfirmasi langsung apabila menerima pesan mencurigakan yang mengatasnamakan pejabat atau tokoh publik di Kutai Timur. (fkdm/pur/rc)












