BeritaKutai TimurPeristiwa

Nenek dan Cucu Diterkam Buaya, Ketua FKDM Kutim Khoirul Arifin: Stop Biarkan Anak Main Air Saat Banjir!

INFO FKDM KUTIM – Insiden serangan buaya yang menimpa seorang nenek dan cucunya di tengah banjir Desa Sepaso Barat, Kecamatan Bengalon, pada Selasa (17/2/2026), mendapat perhatian serius dari Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Kutai Timur.

Ketua FKDM Kutai Timur, Khoirul Arifin, merespons cepat peristiwa yang menimpa Ernawati (65) dan Firman (10) tersebut. Ia menyebut kejadian ini sebagai “alarm keras” bagi masyarakat di wilayah rawan banjir untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap ancaman satwa liar.

“Kami prihatin atas musibah yang menimpa Ibu Ernawati dan cucunya. Kejadian ini menjadi peringatan nyata bahwa saat banjir, batas habitat satwa liar dan pemukiman menjadi kabur. Buaya bisa berada di mana saja, bahkan di halaman rumah,” tegas Khoirul Arifin saat dikonfirmasi, Selasa sore.

Tekankan Pengawasan Orang Tua

Dalam keterangannya, Khoirul menyoroti faktor pengawasan orang tua sebagai kunci utama keselamatan. Berdasarkan laporan di lapangan, korban diterkam saat sedang bermain air di halaman rumah yang tergenang.

“Saya meminta dengan sangat kepada para orang tua, tolong setop membiarkan anak-anak bermain air atau berenang saat banjir, sekecil apa pun genangannya. Kondisi air yang keruh membuat predator tidak terlihat. Jangan sampai lengah, karena taruhannya nyawa,” imbau Khoirul dengan nada tinggi.

Instruksi Koordinasi Lintas Sektor

Lebih lanjut, Khoirul Arifin telah menginstruksikan anggota FKDM di tingkat kecamatan hingga desa untuk segera berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk aparat desa, BPBD, dan BKSDA.

“FKDM Kecamatan Bengalon sudah bergerak mendata dan melaporkan. Kami mendesak agar segera dipasang papan peringatan di titik-titik rawan dan dilakukan patroli rutin selama banjir belum surut. Langkah pencegahan harus lebih cepat daripada kejadian,” tambahnya.

Kronologi Singkat

Diketahui sebelumnya, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WITA di Jalan Poros Mulawarman, RT 002 RW 001. Korban Firman diterkam buaya di kaki kanan saat berenang di halaman rumah. Sang nenek, Ernawati, yang melakukan aksi heroik menyelamatkan cucunya, turut menjadi korban gigitan di bagian tangan kanan.

Beruntung, aksi penyelamatan dibantu warga sekitar berhasil mengusir buaya tersebut. Saat ini, kedua korban telah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Elisabeth untuk menangani luka robek yang diderita.

“Sekali lagi, mari kita jadikan ini pelajaran bersama. Tingkatkan kewaspadaan dini, lindungi keluarga kita,” pungkas Khoirul. (fkdm/pur/rc)

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *