FKDM, Kutim – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyoroti kondisi kualitas udara di wilayah Kecamatan Sangatta Utara yang terpantau masuk kategori tidak sehat.
Hasil pengukuran kualitas udara dilakukan Puskesmas Teluk Lingga pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 16.23 WITA. Pengukuran menggunakan alat Particle Counter DAZ-400 menunjukkan konsentrasi partikulat PM 2.5 mencapai 183 µg/m³, sedangkan PM 10 mencapai 522 µg/m³. Kedua indikator tersebut tercatat dalam kategori tidak sehat.
Selain itu, suhu udara saat pengukuran berada di angka 26,90 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan mencapai 75 persen RH.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena tingginya konsentrasi partikulat di udara dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.
Ketua FKDM Kutim, Khoirul Arifin menilai kondisi kualitas udara tersebut perlu terus dipantau, terlebih sebelumnya terdapat kondisi kabut atau asap tebal yang menyelimuti sejumlah wilayah Sangatta, termasuk kawasan perkantoran Bukit Pelangi.
“Untuk mengantisipasi dampak terhadap kesehatan, kami menghimbau dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar memperbanyak konsumsi air putih,” ujar Khoirul Arifin, Rabu (16/09/2026).
Khoirul juga mendorong Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BPBD Kutim serta instansi terkait untuk meningkatkan pemantauan kualitas udara secara berkala.
Pemantauan tersebut dinilai penting untuk mengetahui perkembangan kondisi udara sekaligus mengidentifikasi kemungkinan sumber peningkatan partikulat di wilayah Sangatta Utara.
“Informasi mengenai kondisi kualitas udara perlu disampaikan secara berkala melalui kanal resmi pemerintah agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan dapat melakukan langkah antisipasi,” pungkasnya. (It/An)











