INFO FKDM KUTIM, Sangatta – Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Kutai Timur, Khoirul Arifin, memberikan apresiasi tinggi atas terlaksananya Seminar Hasil Kajian Potensi Kerawanan Sosial Kabupaten Kutai Timur Tahun 2026.
Menurutnya, data ini akan menjadi instrumen vital dalam melakukan cegah dan deteksi dini terhadap berbagai Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) di wilayah Kutim.
Khoirul menekankan bahwa Kutai Timur memiliki dinamika sosial yang kompleks, terutama di sektor sumber daya alam. Adanya hasil kajian ini dinilai sangat tepat utuk memetakan titik-titik panas yang berpotensi memicu gesekan di tengah masyarakat.
“Kajian potensi kerawanan sosial ini sangat bermanfaat dalam upaya mitigasi, terutama terkait persoalan yang saat ini berkembang. Seperti tapal batas, sengketa lahan, hingga konsesi perkebunan sawit dan pertambangan,” ujar Khoirul Arifin ditemui usai mengikuti seminar hasil kolaborasi Kesbangpol dan Brida Kutim itu.
Ia menambahkan, tanpa pemetaan yang akurat, kegiatan-kegiatan di sektor tersebut sangat rawan menimbulkan konflik sosial yang meluas jika tidak diantisipasi sejak awal.
Lebih lanjut, FKDM berharap dokumen kajian potensi kerawanan sosial ini tidak hanya menjadi pajangan di rak buku, tetapi benar-benar menjadi rujukan utama bagi pengambil kebijakan.
Rekomendasi teknis yang dihasilkan oleh tim pengkaji diharapkan dapat membantu pemangku kepentingan dan pengambil keputusan dalam mengambil langkah taktis yang tepat.
“Dengan adanya kajian potensi kerawanan sosial ini, kita berharap para pemangku kepentingan, terutama kepala daerah, dapat menggunakan rekomendasi yang diberikan untuk melakukan upaya pencegahan dan menghindari konflik sosial di Kutim,” imbuhnya.
Menutup keterangannya, Khoirul mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak lengah dan ikut aktif dalam menjaga kondusifitas daerah. Sinergi antara data yang akurat dan kewaspadaan masyarakat, diharapkan mampu menjaga Kutai Timur tetap menjadi wilayah yang aman bagi investasi dan nyaman bagi warga.
“Diharapkan semua elemen masyarakat dan pemangku kepentingan bisa bersama-sama melakukan upaya pencegahan dini, sehingga Kutai Timur dapat terus aman dan kondusif,” pungkasnya. (fkdm/gun/rc)












