Kutim
Kutai Timur

FKDM Kutim Imbau Warga Tak Terpancing Hoaks Larangan Menampung Air Hujan Operasi Modifikasi Cuaca

FKDM Kutim, Sangatta – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengimbau warga Sangatta dan sekitarnya agar tidak terpengaruh oleh beredarnya informasi bohong (hoaks) terkait larangan menampung air hujan akibat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau cloud seeding.

​Pesan disinformasi dalam bentuk poster digital tersebut marak disebarkan melalui grup-grup WhatsApp warga belakangan ini. Narasi yang beredar menyebutkan bahwa air hujan hasil penyemaian awan berbahaya dan terkontaminasi bahan kimia sehingga dilarang untuk dimanfaatkan.

​Berdasarkan hasil klarifikasi dan kajian teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta BMKG, FKDM Kutim menegaskan bahwa narasi tersebut tidak benar. Bahan semai yang digunakan dalam OMC umumnya berupa serbuk natrium klorida (\{NaCl}) atau garam dapur murni yang tidak memberikan dampak berbahaya terhadap kualitas air hujan, di mana konsentrasinya terukur berada jauh di bawah baku mutu lingkungan.

​Ketua FKDM Kutim Khoirul Arifin menyampaikan penyebaran hoaks semacam ini berpotensi memicu keresahan, kepanikan (panic buying air kemasan), hingga penolakan masyarakat terhadap program penanganan cuaca dari pemerintah.

​”Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menyaring setiap informasi yang diterima. Jangan mudah percaya pada unggahan yang mencantumkan kata ‘DILARANG’ tanpa adanya pernyataan resmi dari instansi berwenang seperti BMKG, BRIN, atau Pemerintah Daerah Kutai Timur,” ujar Khoirul Arifin, Jumat (04/09/2026)

​Khoirul menjelaskan meski air hujan hasil modifikasi cuaca terbukti aman dari kontaminasi bahan semai, warga tetap disarankan untuk memproses atau memasak air hujan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi guna menjaga higienitas dari debu dan kotoran atmosfer.

​”FKDM Kutim juga mendorong dinas terkait untuk terus memastikannya melalui sosialisasi masif agar kondusivitas serta ketentraman di wilayah Kutai Timur tetap terjaga,” pungkasnya. (It/As)

What's your reaction?

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *