FKDM Kutim, Sangatta – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kebakaran menghanguskan sekitar 3 hektare lahan dan sempat meluas hingga mendekati kawasan permukiman warga, Jumat (4/9/2026).
Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kutim, Khoirul Arifin, turut terjun langsung dalam penanganan dan pemantauan kejadian tersebut bersama unsur gabungan serta masyarakat.
Peristiwa bermula sekitar pukul 11.45 WITA, ketika anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Sangatta Utara menerima laporan adanya asap yang kembali muncul di lokasi bekas kebakaran lahan pada Kamis sebelumnya, tepatnya di belakang Perumahan Kuda Kaltim RT 55.
Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Posko Karhutla. Sekitar pukul 12.15 WITA, muncul titik api yang kemudian membakar lahan dan meluas hingga kawasan Jalan AW. Syahrani, Gang Mentari, Gang Keluarga 2, RT 46, Desa Sangatta Utara.
Kondisi lahan yang kering dan ditumbuhi rumput yang mudah terbakar menyebabkan api dengan cepat menjalar. Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas pembukaan atau pembersihan lahan yang sebelumnya dilakukan dengan cara pembakaran.
Dalam upaya penanganan, personel gabungan bersama masyarakat melakukan pemadaman, penyekatan serta pendinginan terhadap titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.15 WITA.
Penanganan melibatkan MPA Sangatta Utara sebanyak 5 orang, Babinsa 1 orang, Bhabinkamtibmas 1 orang, Polres 3 orang, BKO Brimob Polda Kaltim 2 orang, personel Batalyon Brigif 15 orang, serta petugas pemadam 4 orang, dibantu masyarakat setempat.
Sejumlah sarana digunakan dalam proses pemadaman, antara lain 1 unit mobil Damkar dan 1 unit mobil pemadam Brigif. Selain itu, personel juga menggunakan peralatan manual berupa fire bag untuk menghambat penyebaran api dan menjangkau area yang sulit dimasuki kendaraan pemadam.
Ketua FKDM Kutai Timur Khoirul Arifin menekankan pentingnya kewaspadaan bersama terhadap potensi Karhutla, khususnya di tengah kondisi lahan yang kering.
Menurutnya, deteksi dini dan respons cepat menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas dan mengancam permukiman masyarakat.
“Kewaspadaan dan kepedulian masyarakat sangat penting. Setiap muncul asap atau titik api agar segera dilaporkan sehingga dapat ditangani sedini mungkin dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,” ujar Khoirul Arifin.
Khoirul juga mendorong peningkatan patroli dan pemantauan di lokasi bekas kebakaran serta sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Selain itu, koordinasi antara MPA, pemerintah desa, TNI-Polri, Damkar, BPBD dan masyarakat perlu terus diperkuat guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kutai Timur.
“Kejadian ini harus menjadi perhatian bersama mengingat kebakaran lahan tidak hanya berpotensi meluas, tetapi juga dapat menimbulkan asap, menurunkan kualitas udara, mengganggu aktivitas masyarakat, serta mengancam kawasan permukiman apabila tidak segera ditangani,” pungkasnya. (It/An)











